Antisipasi Kekeringan, BBWS Pompengan Jeneberang Kolaborasi Bersama Dinas PU dan Dinas Pertanian Kab. Luwu UtaraTinjau Bendung Baliasse dan Lampuawa III, Petani Harapkan Perbaikan Irigasi
LUWU UTARA, 7MENIT.COM — Upaya menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian terus dilakukan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Satuan Tugas (Satgas) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara, meninjau kondisi Bendung Baliase di Kecamatan Masamba dan Bendung Lampuawa III di Desa Lampuawa, Kecamatan Sukamaju, Jumat (9/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur irigasi sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat mengganggu pasokan air ke areal persawahan masyarakat. Langkah ini menjadi penting mengingat ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga keberlangsungan musim tanam dan produktivitas pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, PPK BMN, Yustian Siswasandhi, bersama tim melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penanganan darurat melalui penggunaan pompa dari BBWS Pompengan Jeneberang.
Upaya tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian, menekan risiko gagal panen pada musim tanam kedua (MT II), serta mendukung kesiapan petani menghadapi musim tanam ketiga (MT III).
Penanganan darurat ini juga sejalan dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum mengenai pentingnya menjaga ketersediaan air dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
Bendung Lampuawa III Jadi Perhatian Petani
Bendung Lampuawa III merupakan salah satu infrastruktur yang berperan penting dalam mendukung distribusi air ke lahan persawahan di wilayah tersebut. Kondisi bendung yang membutuhkan penanganan menjadi perhatian petani, terutama di tengah kekhawatiran terhadap keterbatasan pasokan air.
Melalui peninjauan langsung, tim dari instansi terkait diharapkan dapat memperoleh gambaran teknis mengenai kondisi bendung dan kebutuhan penanganannya. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan rehabilitasi atau perbaikan sesuai tingkat kerusakan dan kewenangan masing-masing instansi.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat penanganan permasalahan irigasi sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal.
PPL Lampuawa Apresiasi Langkah Penanganan Darurat
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Lampuawa, Ramsal, S.TP., yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan apresiasi atas perhatian BBWS Pompengan Jeneberang bersama instansi terkait terhadap kondisi irigasi di wilayah binaannya.
Menurut Ramsal, langkah penanganan darurat menggunakan pompa merupakan upaya penting untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air, khususnya dalam menyelamatkan tanaman pada MT II dan mempersiapkan kebutuhan air untuk MT III.
Ia mewakili para petani menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui BBWS Pompengan Jeneberang, yang telah turun langsung meninjau kondisi bendung di wilayah Kecamatan Sukamaju.
“Sebagai PPL wilayah binaan Desa Lampuawa, bersama segenap petani, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dan BBWS Pompengan Jeneberang Sulawesi Selatan yang telah melakukan kunjungan kerja ke wilayah kami di Kecamatan Sukamaju,” ujar Ramsal.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan air irigasi sangat menentukan keberhasilan usaha tani, terutama bagi petani padi yang bergantung pada pasokan air untuk menjaga pertumbuhan tanaman dan hasil produksi.
Karena itu, Ramsal berharap peninjauan tersebut tidak berhenti pada identifikasi kondisi lapangan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret untuk memulihkan fungsi Bendung Lampuawa III dan meningkatkan keandalan distribusi air ke persawahan.
“Semoga kunjungan ini membawa berkah bagi masyarakat, khususnya para petani Desa Lampuawa, serta menghasilkan solusi nyata bagi pemulihan fungsi irigasi ke depan,” harapnya.
Petani Menanti Tindak Lanjut Perbaikan
Di tengah ancaman kekeringan dan kebutuhan air untuk keberlanjutan musim tanam, para petani kini menantikan tindak lanjut dari hasil peninjauan Bendung Baliase dan Bendung Lampuawa III.
Mereka berharap sinergi antara BBWS Pompengan Jeneberang dan pemerintah daerah dapat menghasilkan penanganan yang tepat, baik melalui langkah darurat maupun perbaikan infrastruktur sesuai hasil evaluasi teknis.
Dengan ketersediaan air irigasi yang memadai, petani diharapkan dapat menjalankan musim tanam dengan lebih baik, menjaga produktivitas padi, serta meminimalkan risiko kerugian akibat kekurangan air.
Laporan: Redaksi
