Klarifikasi Dan Permintaan Maaf Kades Borimatangkasa Atas Kekeliruan Terhadap Guru SMPN 1 Bajeng Barat Yang Viral Di Medsos.

Screenshot_20260427_143516_WhatsApp

Bajeng barat7menit.com-Beredarnya video oknum kades borimatangkasa dengan oknum guru Smp 1 bajeng barat sempat viral di media sosial, beragam opini masyarakat berkembang hingga pemerintah kabupaten gowa melalui dinas pendidikan mengambil inisiatif untuk melakukan mediasi antara kades borimatangkasa dengan oknum guru yang sempat viral, kamis,23 april 2026.

Melalui pemerintah camat bajeng barat Syamsurijal dg Pabeta bersama Kades Borimatangkasa dan kepala sekolah SMPN 1 bajeng barat, melakukan pertemuan diaula ruang guru SMPN 1 bajeng barat untuk membahas atas terjadinya kekeliruan antara kades borimatangkasa dan oknum guru yang viral di medsos, senin, 27 april 2026.

Turut hadir Kabid SMP kab.gowa, Inspektur Daerah, Kapolsek Bajeng/Bajeng Barat, Ketua PGRI kab.gowa, Ketua PGRI Bajeng Barat dan seluruh rekan dari kepolisian dan pihak smpn 1 bajeng barat, hadir pula kasek SMPN 2 Bajeng Barat Arham dg sitakka bersama media yang sempat hadir.

Pada kesempatan ini kasek SMPN 1 bajeng barat membuka proses mediasi antara kedua belah pihak, beliau menyampaikan bahwa adanya kejadian seperti bisa jadi pembelajaran bagi kita semua, sebagai kepala sekolah saya menghimbau kepada seluruh guru untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh siswa di sekolah kita, terjadinya kasus ini yang beredar di medsos agar tidak terjadi lagi di lain waktu.

Kabid SMP kab.gowa H.Zaenal Dg Timung juga turut menyampaikan kepada oknum guru yang terlibat adu mulut dengan kades borimatangkasa agar tidak lagi terjadi hal-hal demikian, ini murni miss komunikasi antara kades dengan oknum guru, jika saja waktu itu tidak ada oknum guru yang merekam kejadian ini, mungkin tidak akan seheboh ini.

Kronologis kejadian bermula ketika anak dari kades borimatangkasa, di laporkan oleh oknum guru bahwa murid tersebut tidak pernah mengikuti mata pelajaran, sehingga di berikan surat panggilan ke sekolah, tapi menurut pak desa selama ini kami tidak pernah menerima surat panggilan anak kami, bahkan hanya lewat lisan,menurut pak desa.

Dilain sisi salah satu oknum guru mengatakan kami sudah pernah memberi surat panggilan orang tua siswa kepada murid tersebut, akan tetapi menurut salah satu keluarga dari murid tersebut tidak usah libatkan orang tua kami pak, karena beliau sibuk sebagai kades borimatangkasa, cukup saya saja yang di hubungi, jelas keluarga dari murid tersebut.

Selaku awak media dan lembaga Ajun yang hadir pada proses mediasi ini, berharap kepada seluruh pejabat pemerintah untuk tetap menjunjung sikap saling menghormati dan menghargai.

Kades Borimatangkasa Akhmad dg sikki secara terbuka dan berbesar hati mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh guru SMPN1 bajeng barat yang merasa tidak nyaman atas peristiwa tersebut, saya selaku kades borimatangkasa memohon maaf sebesar-besarnya kepada guru dan kepala sekolah atas kejadian ini, dan berharap bisa saling memaafkan.

Camat Bajeng Barat Pabeta turut menambahkan bahwa kejadian ini adalah sebuah momen pembelajaran dan pendewasaan sebagai aparat pemerintah untuk bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan terhadap kejadian seperti ini.

Kapolsek bajeng Abd wahab maulana juga memberikan wejangan kepada Kades Borimatangkasa dan guru SMPN 1 bajeng barat untuk tetap bisa menjaga silaturahim, tidak usah lagi kita ungkit siapa yang awali peristiwa ini, jadikan sebagai motivasi yang lebih baik kedepannya karena peran guru itu sangat besar dalam melahirkan generasi penerus untuk bangsa dan negara, tegas kapolsek bajeng.

Sumber : dglira