Kompol Ismail Kecewa Aksi Berakhir Tanpa Dialog, Satresnarkoba Polresta Gowa Persilakan Bawa Bukti

Screenshot_20261024_160123_Gallery

Gowa, 7menit.com — Pimpinan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Gowa menyampaikan kekecewaan mendalam terkait narasi yang berkembang dalam pemberitaan pasca aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Sabtu (23/10/2026). Dinamika yang terbangun dinilai belum sepenuhnya mengedepankan verifikasi fakta di lapangan.

Kasat Resnarkoba Polresta Gowa, Kompol Ismail, S.H., M.M., menegaskan bahwa pihaknya senantiasa membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat maupun elemen yang ingin mengetahui perkembangan penanganan perkara. Keterbukaan ini adalah wujud komitmen dalam menjalankan penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

“Kami berupaya maksimal membuka ruang jika ada pihak yang merasa dirugikan atau ingin mempertanyakan perkembangan kasus yang ditangani Satresnarkoba Polresta Gowa,” ujar Kompol Ismail.

Sayangnya, upaya keterbukaan tersebut belum disambut dengan kehadiran pihak yang melakukan aksi. Pihak Satresnarkoba telah bersedia menemui sekitar 8–9 orang peserta aksi di lokasi, namun rombongan tersebut justru meninggalkan tempat sebelum sempat berdialog langsung.

Terkait lima nama yang disampaikan dalam aksi, Kasat Resnarkoba menjelaskan bahwa kelima perkara tersebut memiliki lokus dan laporan polisi yang berbeda satu sama lain. Hal ini penting dipahami agar masyarakat tidak menerima informasi yang terpotong atau menyesatkan.

Kompol Ismail mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki bukti konkret mengenai adanya penyimpangan maupun praktik transaksional di lingkungan Satresnarkoba Polresta Gowa untuk menyampaikannya secara resmi. Bukti yang diserahkan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh.

Pihaknya juga menegaskan sikap tegas: jika terbukti ada anggotanya yang melakukan pelanggaran, tidak ada satu pun yang dilindungi. Tindakan tegas akan segera diambil sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu.

“Kami mengutamakan kebenaran berbasis data, bukan narasi yang dibangun di ruang hampa. Silakan datang, sampaikan buktinya, dan mari kita periksa bersama demi keadilan yang sesungguhnya,” tegas Kompol Ismail.

Editor : HL