Miris! Belasan Tahun Mengabdi di BPN Gowa, PNS Ini Huni Rumah Bocor Bersama 5 Anak
GOWA — 7MENIT.COM — Realita pahit kehidupan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) terkuak di Kabupaten Gowa. Didin, pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa yang telah mengabdi sejak 2014, ternyata harus bertahan hidup di rumah yang jauh dari kata layak bersama istri dan lima orang anaknya.
Potret buram kesejahteraan pegawai negara ini terungkap saat Penasehat Hukum Dan Kebijakan Asosiasi Jurnal Nusantara (DPP AJUN) Farid Mamma S.H.,M.H, Low Firm “mendatangi langsung kediaman Didin. Bangunan yang ditumpangi Didin beserta keluarganya tersebut bukanlah milik pribadi, melainkan kepunyaan saudaranya yang ditempati sejak sebelum ia menikah.
Pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi hunian yang cukup mengeluhkan. Area dapur dan kamar mandi tampak sangat bersahaja, diselingi atap yang bocor serta dinding yang mulai rusak di berbagai sudut.
Menariknya, meski memegang peran di instansi pertanahan sebuah lembaga yang kerap diidentikkan dengan putaran uang dan aset bernilai tinggi Didin memilih tetap memegang teguh integritasnya. Ia enggan memanfaatkan jabatannya demi memperkaya diri.
”Saya orangnya tidak sampai hati. Saya orangnya membantu,” tutur Didin polos saat menceritakan alasan di balik keterbatasan ekonominya.
Sikap jujur dan kesederhanaan Didin yang kontras dengan kondisi tempat tinggalnya mengetuk nurani “DPP AJUN” Penasehat Hukum Dan Kebijakan Asosiasi Jurnal Nusantara Farid Mamma S.H.,M.H, menilai, dedikasi Didin selama belasan tahun berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan yang diterimanya.
”Di luar kita melihat beliau bekerja dan menjalankan tugas dengan baik. Tapi begitu melihat rumahnya, ada realita miris yang tidak diketahui orang banyak. Kita harus memanusiakan manusia,” tegas Farid usai menyerahkan bantuan tali asih secara langsung kepada Didin.
Farid mendesak agar pimpinan BPN, khususnya di tingkat Kabupaten Gowa, tidak tutup mata dan segera memberikan perhatian nyata terhadap kondisi anggotanya. Kasus Didin menjadi tamparan keras sekaligus cermin besar bagi evaluasi aspek kesejahteraan para abdi negara yang bekerja secara jujur di lapangan.(*/)
Red
